Senin, 10 Februari 2014

PELATIHAN TIK SMART CARD


SMART CARD
ADITYA ABDI NUGROHO


SEJARAH SMART CARD


Pembuat pertama kali teknologi awal smart card adalah orang Jepang bernama Kunitaka Arimura pada tahun 1970. Dia mematenkan ciptaannya yang hanya terbatas penggunaannya hanya di Jepang saja. Dan pembuatannya harus dengan lisensi Arimura.
Pada tahun 1974-1976, Rolang Moreno di Perancis membuat hak paten beberapa aspek fungsional smart card dan menjual lisensinya ke perusahaan bernama Bull dan perusahaan lain. Lalu Bull mengembangkan aspek microprocessor di smart carddan memegang lisensi teknologi yang berhubungan denganmicroprocessor smart card.
Sementara itu, Innovatron, perusahaan milik Moreno, berusaha menempuh jalur hukum dan kebijakan agresif untuk melisensikan smart card di dunia sehingga membatasi jumlah perusahaan yang mengembangkan teknologi ini. Tetapi hak paten paling penting tentang smart card telah kadaluarsa di tahun 1996.
Sesuai dengan opini Moreno, aspek paling penting smart card adalah fungsi kontrol akses ke informasi yang terkandung dalam smart card dengan teknik password atau fungsi internal lainnya untuk menjaga keamanan informasi. Fungsi ini akan membuat chip logic makin sulit tapi akan menyederhanakan kerja sistem lain yang berhubungan terkait dengan enkripsi dan manajemen kunci.
A. ARTI DAN FUNGSI
Smart card sering disebut sebagai chip card atauintegrated circuit (IC) card. Definisi chip card sendiri yaitu kategori umum yang mencakup smart card dan memory card.Smart card adalah plastic card yang mengandung memory chipdan microprocessor. Kartu ini bisa menambah, menghapus, mengubah informasi yang terkandung. Keunggulannya adalah smart card tidak perlu mengakses database di server karena sudah adasebagian terkandung di kartu. Sedangkan memory card dipasangimemory silicon tanpa microprocessor.
Fungsi dasar suatu smart card adalah untukmengidentifikasi card holder ke sistem komputer. Cardholderdisini adalah pemilik asli kartu tersebut. Identifikasi ini menyangkut otentifikasi organisasi yang membuat kartu tersebut dan cardholderdan hak aksesnya. Beberapa hal yang harus dipertimbangkan dalammetode identifikasi kartu adalah: apakah kartu dapat:
- Mengkonfirmasi identitas cardholder sebelum mengakses data
- Memberikan data untuk konfirmasi ke alat eksternal, sistem atau perorangan.
- Menyediakan data ke sistem tanpa pengecekan orang yang menggunakan.
B. TIPE DAN KARAKTERISTIK
Smart card dapat dikelompokan berdasarkan:
Function, yang merupakan perbedaan paling mendasar antaramemory card dan microprocessor card
Access mechanism, yaitu contact dan contactless
Physical characteristic, dilihat dari ukuran dan bentuk
Berikut ini adalah macam-macam jenis smart card yang ada:
1. Memory Card

Smart card yang paling sederhana. Kartu ini hanya mengandung memory circuit yang dapat diakses melalui kontak dengan synchronous protocol. Dalam memory itu terdapatprotected area yang hanya bisa diakses jika menerima kode keamanan tertentu. Ada juga pembatasan jika ada aplikasi luar yang ingin mengakses memory . Ada juga beberapa jenis memory cardyang menyediakan layanan otentifikasi. Ukuran data yang bisa disimpan di dalamnya tidak terlalu besar, sekitar 100 bits – 10 kb. Kartu ini banyak digunakan untuk aplikasi accounting seperti kartu telepon, transportation card dan vending card .
2. Microprocessor Card
Smart card ini mempunyai memory circuit danmicroprocessor dalam satu chip. Semua akses ke kartu akan melalui microprocessor. Datanya sendiri baru bisa diakses jika telah melewati semacam security logic. Terdapat sebuah interface untuk I/O yang bisa mempunyai bentuk yang berbeda antar kartu. Dari segi keamanan, microprocessor bisa dibilang sulit untuk dipalsukan. Perkembangannya sekarang ini adalah microprocessordiganti dengan State change. Hal ini dilakukan karenamicroprocessor sudah tidak terbatas dalam hal kecepatan dan kapasitas memori. State change berisi Programmable Gate Array(PGA) yang berukuran lebih kecil dan dapat mengemulasikan fungsimicroprocessor dengan kecepatan yang lebih baik. Sekarang ini, kartu ini juga diberi kemampuan untuk melakukan kriptografi sepertimemory-adddress sramblingauto-detection hackingpower-circuit manipulation, dan electron microscopy.
3. Contact Card
Kartu ini merupakan versi awal dari smart card yang beredar di Eropa. Kartu ini adalah smart card yang mempunyaicontact chip. Kartu ini harus dimasukkan ke reader untuk melakukan transaksi atau menyampaikan informasi dari kartu kereader. Kekurangannya adalah:
- Titik contact-nya dapat rusak karena sering digunakan, readeryang jelek, atau tergesek di kantong,
- Ujung microcircuit dapat rusak jika kartu bengkok atau ditekan terlalu keras,
- Mudah diserang melalui titik contact kartu,
- Kerusakan yang terjadi di alat contact reader yang merupakan alat mekanis karena pemakaian yang tidak baik atau karena serangan fisik.
4. Contactless Card
Kartu ini adalah jenis smart card yang menggunakan frekuensi radio (RF) untuk bertukar informasi. Jadi kartu ini tidak perlu kontak fisik ke reader/terminal untuk bertukar informasi. Kartu ini mengandung microcircuit yang tertutup di dalam kartu, sehingga kartu ini hanya perlu didekatkan dengan reader tanpa kontak langsung untuk bertukar informasi. Kontak antar kartu danreader tergantung pada kepekaan reader. Banyak dipakai untuk transaksi yang menekankan pada unsur kecepatan, terutama di industri transportasi.
Kelebihannya adalah:
- Lebih dapat diandalkan,
- Maintenance lebih sedikit daripada contact card,
Lifespan-nya lebih lama daripada contact card.
Sedangkan kekurangannya antara lain:
- Tidak cocok untuk pertukaran data yang besar,
- Ukurannya lebih besar daripada contact card dan belum ada ukuran standar,
- Jumlah manufaktur pembuat sedikit sehingga jenis kartunya terbatas,
- Harganya relative lebih mahal daripada contact card.
5. Hybrid Card
Smart card yang menggunakan dua teknologi yang ada dicontact card dan contactless card. Sehingga terdapat alat contactdan antena dalam satu kartu. Kartunya sendiri ada yang menggunakan satu microprocesor dan ada juga yang menggunakan dua microprocessor. Kartu jenis ini dibuat untuk membuat pengguna bisa memakai kartunya di banyak aplikasi.
Ada pula istilah combi card yang sejenis dengan hybrid card tapi membutuhkan suatu alat yang dinamakan pouch untuk mengubah fungsi contact card menjadi contactless card . Dan alatcontact-nya adalah antena yang terdapat dari pouch sedangkan media transmisi yang digunakan adalah gelombang radio. Tingkat keamanan hybrid card lebih baik daripada combi card karena gelombang radio sangat mudah untuk disusupi dan hal ini akan mengurangi tingkat keamanan kartu.
6. Subscriber Identity Module (SIM) Card
Smart card kecil dan dapat diprogram berisi kunci identitassubscriber ke layanan selular. Kunci ini digunakan untuk identitas ke digital mobile service dan jenis layanan yang dipakai. SIM cardini bisa dipasang permanent ke teleponnya atau yang removable. SIM ini berguna untuk kunci keamanan yang dipakai oleh jaringan GSM.
7. Removable User Identity Modul (R-UIM) Card
Smart card yang fungsinya sama dengan SIM card tetapi untuk telepon dengan teknologi CDMA. Kartu ini memungkinkan komunikasi antar kedua jaringan.
8. Universal subscriber Identity Module (USIM) Card
Pengembangan dari SIM card yang akan digunakan di teknologi jaringan 3G. Kartu ini akan dimasukan di peralatan 3G dan digunakan untuk otentifikasi jaringan dan fungsi lainnya.
C. KOMPONEN
Pembahasan komponen akan dibagi berdasarkan komponen-komponen dasar smart card
1.Carrier
Material dasar yang digunakan untuk pembuatan smart card adalah polyvinyl chloride (PVC) atau thermoplastic sejenis. Bahan ini digunakan karena murah dan dapat di-emboss. Bahan lain yang dapat digunakan adalah Acrylonitrile butadiene styrene(ABS) yang lebih tahan suhu tinggi, Polycarbonate yang digunakan untuk kartu mobile-telephone, dan Polyethylene terephthalate(PETP) yang banyak digunakan di Jepang karena fleksibel dan ringan. Kriteria dalam pemilihan bahan adalah reliabilitasnya yang tahan lama/tidak mudah rusak dan tahan panas lebih baik.
2. Chip
Kompenen utama kartu yaitu IC yang dipasang di dalam kartu. Isi chip ini bisa teridiri dari memory microprocessor atau PGA chip.
a. Micoprosessor
Kebanyakan smart card mempunyai 8-bit microprocessor, dengan desain Motorola 6805 atau Intel 8051 denga clock speedtertinggi 5 MHz.. Tetapi sudah ada microprocessor 16-bit dan mungkin kedepannya makin banyak yang lebih cepat. RISCmicrocontroller banyak digunakan di smart card untuk aplikasi yang perlu kecepatan proses daripada multifunctions.
b. Memory
Memory memakan tempat terbesar di IC smart card .Memory ini dibagi menjadi 5 area berdasarkan tipe semiconduktor memory yang dipakai: - Read-only memory (ROM), yang berisi program permanen yang harus ada dalam kartu, yang disebut mask.
Programmable ROM (PROM) digunakan untuk me-load nomor seri kartu dan nilai permanent lain
Flash memory, sebagai tempoat program tambahan.
- E2PROM, merupakan bagian terbesar memory untuk data storage
Random Access Memory (RAM), digunakan untuk tempat penyimpanan data sementara ketika kartu sedang dipakai
Ferro-electric RAM (FRAM), RAM yang bisa menyimpan datanonvolatile.
Komposisi tiap bagian memory tergantung dari penggunaan kartu yang dipakai
c. Coprocessor
Bagian chip yang dibuat untuk melakukan operasi aritmatika dalam fungsi kriptografi sepertri enkripsi DES atau RSA.
d.Memory Management.
Digunakan untuk mengontol memory dan menyediakan proteksi hardware dari akses yang tidak valid. Proteksi ini menggunakan metode hirarki file data.
e. I/O
Microprocessor smart card menggunakan single bidirectional serial input-output interface. Metode ini sesuai dengan standar ISO 7816-3 tentang protokol komunikasi.
3. Contact
Contact card mempunyai kurang lebih delapan titik kontak. Posisi dan desainnya disesuaikan dengan ISO 7816-2. Walaupun begitu masih banyak orang terutama di Perancis, yang menggunakan desain posisi transisi (pojok kiri atas). Contact ini dibuat dari emas atau bahan berkonduksi lainnya. Kontak ini dihubungkan dengan chip dengan kabel yang sangat tipis.
4. Antenna
Contactless card menggunakan sinyal dengan frekuensi radio (RF) sebagai media transmisi I/O. antena sehingga antena dipasang di kartu sebagai coil. Antena juga berfungsi untuk mendapatkan energi dari RF, selain baterai yang ada di kartu. Sinyal yang digunakan mempunyai frekuensi 135 kHz atau 13,56 MHz. Jika menggunakan frekuensi yang rendah, energi yang diperluakan rendah dan bisa mencapai jangkauan 1m, tapi kecepatan transfer data rendah. Sedangkan jika menggunakan frekuensi tinggi, maka akan memakan energi lebih tinggi, tapi kecepatan transfernya tinggi.
5. Mask
Mask adalah program permanaen yang ada di ROM, sering disebut sebagai OS smart card. Perbedaannya dengan OS PC pada umumnya adalah Mask melakukan fungsi aplikasi seperti mengurangi nilai, membandingkan tanda tangan digital dan pola yang ada. Jenis smart card sendiri tergantung dari mask yang ada walaupun menggunakan microprocessor yang sama. Maskdiprogram ketika pertama kali chip dibuat, sehingga keamanannya tergantung proses manufakturnya.
D. TEKNOLOGI
Terdapat bermacam-macam jenis teknologi yang digunakan dalam smart card , antara lain:
1. Standard
Beberapa organisasi memperkenalkan standar untuk agar saling kompatibel dan dapat dipakai secara umum, diantaranya:
- ISO 7816 yang mendefinisikan contact card
- EMV (Europay, Mastercard , Visa) hasil kerjasama tiga perusahaan kartu kredit untuk mengembangkan ISO 7816 dengan menambahkan fungsi yang berhubungan dengan bank lebih detail
- ETSI (European Telecommunication Standard Institute) berisi standar pemakaian smart card publik dan sistem telepon selular.
2. Hybrid
Smart card mempunyai banyak teknologi agar dapat digunakan secara umum. Contoh: smart card yang menggunakan teknologi magnetic stripe. Hal yang harus diperhatikan adalah adanya faktor keamanannya dan prioritas penggunaan teknologi yang ada tergantung situasi dan kondisi .
3. PCMCIA Card
Teknologi ini dipicu oleh perkembangan laptop yang menginginkan adanya portable memory dan interface card yang berukuran lebih kecil dan terstandarisasi. Sehingga Personal Computer Memory Card Industry Association (PCMCIA) mengeluarkan tiga standar pembuatan memory card kecil dan hardisk dengan tebal 10,5 mm.
4. Barcoding
Teknologi ini banyak dipakai karena produksinya murah dan banyak reader yang mendukung. Tetapi tingkat keamanannya kurang baik. Barcode ini menggunakan infra red dan hanya bersifat read-only.
5. Radio Frequency Identification (RFID)
RFID digunakan untuk kontrol akses, lalulintas, dan aplikasi industri lainnya. Tag di alatnya, yang mempunyai berbagai macam bentuk, mempunyai antena. Jika dekat dengan reader, antena ini akan membangkitkan tenaga untuk menyalakan circuit di tag dan mentransmisikan ID number ke tag. Sebagian besar RFID juga bersifat read-only.
E. APLIKASI SMART CARD
  1. BIDANG KEUANGAN
Aplikasi smart card termasuk dalam Credit atau ATM card, fuel card, SIM card untuk HandPhone, public transport dan public phone payment Card. Smart card juga dapat berfungsi sebagai e-wallet yang dapat di-isi-kan sejumlah uang yang dapat digunakan sebagai alat pembayaran di tempat parkir ataupun vending mechine.
  1. IDENTIFIKASI
SmartCard juga dapat digunakan sebagai alat identifikasi perorangan. Karena Smard Card memiliki kapasitas penyimpanan data yang dapat dibilang luas, maka kartu tersebut dapat digunakan untuk menyimpan data-data seseorang. Data-data yang dapat disimpan di dalam smart card antara lain : Nomor Identitas diri (ID card), alamat tempat tinggal, tanggal lahir, nomor autentifikasi, dll.
Smart Card dalam bidang identifikasi dapat digunakan sebagai :
· ID Card
Dengan kemampuan smart card menyimpan berbagai informasi tentang data seorang pribadi maka smart card dapat digunakan sebagai ID card atau sebagai kartu tanda penduduk.
· Access Card
Pada perusahaan, aplikasi smart card dapat digunakan sebagai access card untuk masuk ke dalam suatu ruangan yang tidak sembarangan orang dapat masuk, contoh : ruang DataBase.
· Medical Card
Smart card dapat digunakan oleh Rumah Sakit sebagai record pasien. Data-data yang dapat disimpan dalam medical card antara lain : golongan darah, alergi yang diderita pasien, record pengobatan pasien, dll.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar